Profesi Teknik Sipil
Teknik sipil adalah
salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana
merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur,
tetapi juga mencakup lingkungan untuk keselamatan hidup manusia dan
meminimalisir berbagai kesalahan yang ada. Teknik sipil mempunyai ruang
lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer memp-unyai
peranannya masing-masing yang tentu saja sangat berpengaruh pada suatu
perancangan. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia
dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan
menjadi peradaban yang modern.
Banyak sekali yang dapat dipelajari dari
ilmu Teknik Sipil yang tentu saja sangat berpengaruh pada suatu pembangunan dan
proyek, maka dari banyaknya ilmu tersebut dapat disimpulkan menjadi 5 cabang
inti ilmu teknik sipil antara lain :
1. Struktur Bangunan
2. Geoteknik
3. Hidrolika/ hidrologi
4. Transportasi
5. Manajemen Konstruksi
Dari banyaknya ilmu tentang teknik sipil apakah ada kaitannya dengan dunia kerja dan profesi? Profesi (Profess), mempunyai makna yaitu janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen. Oleh karena itu, profesi merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus untuk memenuhi kewajibannya dalam melakukan suatu tugas khusus.
Bagaimana Prospek kerja dari bidang Teknik Sipil? pekerjaan dan proyek adalah hal yang paling dicari oleh ahli teknik sipil. Berikut adalah prospek pekerjaan dari bidang Teknik Sipil, antara lain :
1. Konsultan / Kontraktor Konstruksi Bangunan, Lulusan jurusan teknik sipil bisa bekerja di bidang pembangunan sebuah kontruksi, contoh posisinya sebagai: structural engineer, site engineer, drafter dan estimator.
2. Pegawai Negeri Sipil ( PNS ), Instansi-instansi pemerintah juga membutuhkan lulusan teknik sipil. Contohnya badan dan dinas seperti Badan perencanaan daerah, PMU-Bina Marga, rumah sakit, Departemen ESDM, Dinas tata kota dan pertamanan.
3.
Insinyur Konstruksi, Seorang insinyur konstruksi bertanggung jawab akan desain,
manajemen dan supervise dari berbagai proyek konstruksi, baik itu adalah proyek
bangunan, jalan, jembatan, perairan, sistem pembuangan, dll. Insinyur
konstruksi bertugas mempertimbangkan perihal-perihal yang berhubungan dengan
lingkungan, perauran konstruksi, dan menentukan dimana sebaiknya bangunan
dibangun. Selain itu, insinyur konstruksi juga harus memprediksikan
masalah-masalah yang mungkin muncul beberapa tahun kedepan setelah bangunan
tersebut jadi, dan bagaimana solusinya.
4.
Surveyor Kontrol Bangunan, Tanggung jawab dari profesi ini
adalah memastikan semua proyek bangunan mematuhi peraturan dan hukum yang
berlaku. Menguji ketahanan fondasi, bahan bangunan, drainase dan inspeksi
lainnya juga merupakan tanggung jawab dari surveyor kontrol bangunan. Jika
suatu proyek ternyata tidak memenuhi criteria yang disebutkan dalam peraturan
dan hukum, surveyor kontrol bangunan perlu memberikan solusi, dengan
mempertimbangkan anggaran dan penundaan yang mungkin terjadi.
5.
Insinyur Sumber Daya Perairan, Profesi ini bertanggung jawab
dalam membangun fasilitas supplai air. Dalam merancang sistem perairan, mereka
harus mempertimbangkan desain, manajemen dan pemeliharaan sistem (sumur bawah
tanah, sumber mata air alami). Profesi ini memastikan komunitas sekitar dapat
memperoleh sumber daya air yang higenis dan bebas kontaminasi.
Komentar
Posting Komentar