PRO
KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA DAN JALAN TOL BALI MANDARA
Bab I
Pengenalan
A.
PENGERTIAN JALAN TOL
Jalan tol (di
Indonesia disebut juga sebagai jalan bebas hambatan) adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau
lebih (mobil, bus, truk) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh
dari satu tempat ke tempat lain. Dengan memakai jalan tol waktu yang ditempuh
bisa sangat dimimalisir dengan sangat efektif, bahkan saat ini banyak sekali
masyarakat yang memakai jalan tol sebagai pilihan utama dalam berpergian.
Di Indonesia, jalan tol sering
dianggap sinonim untuk jalan bebas hambatan, meskipun hal ini sebenarnya salah. Di dunia secara keseluruhan, tidak
semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. Jalan bebas hambatan seperti ini
dinamakan freeway atau expressway (free berarti
"gratis", dibedakan dari jalan-jalan bebas hambatan yang memerlukan
bayaran yang dinamakan tollway atau tollroad (kata toll berarti
"biaya"). Yang berarti dalam setiap beberapa kilometre kita akan
dihadapkan dengan suatu pemberhentian yang biasa disebul gerbang tol, biasanya
gerbang tol ini juga menandai bahwa sebenarnya kita telah sampai pada lokasi,
kota, atau daerah yang dituju.
Beberapa
jalan tol menerapkan biaya tol hanya dalam satu arah, seperti penyeberangan
antara Pennsylvania dan New Jersey dioperasikan
oleh Delaware
River Port Authority, dan penyeberangan antara New Jersey dan New York dioperasikan
oleh Port Authority of New York and New
Jersey, menggunakan metode ini (dalam koordinasi dengan transponder
sistem elektronik E-ZPass) mengingat jarak antara jembatan di sepanjang sungai,
lalu lintas daerah komuter, dan tol serupa di setiap jembatan. Pembayaran tol
dapat dilakukan secara tunai, dengan kartu kredit,
dengan kartu pra-bayar, atau oleh sistem pengumpulan tol elektronik. Di beberapa
negara Eropa, pembayaran dilakukan dengan menggunakan stiker yang ditempelkan
pada kaca depan. Beberapa gerbang tol bersifat otomatis. Tol mungkin bervariasi
sesuai dengan jarak yang ditempuh, gedung dan biaya pemeliharaan jalan tol, dan
jenis kendaraan. Jalan tol modern sering menggunakan kombinasi dari tiga sistem
tersebut, dengan berbagai tol masuk dan keluar dilengkapi dengan jalur-utama
sesekali, karena jalan tol modern sudah melakukan suatu pembaharuan yang
dilakukan dilapangan agar mempermudah dan membantu masyarakat dalam berkendara
dan menikmati jalan tol tersebut, jadi ada beberapa variasi dari gerbang tol
tersebut yang tersebar di berbagai negara termasuk di Indonesia, tetapi di
Indonesia tidak menerapkan dari semua yang sudah ada, kategori dari gerbang tol
tersebut adalah :
·
Jalan Tol Terbuka
·
Jalan Tol Tertutup, dan
·
Jalan Tol Elektronik
Jalan Tol Terbuka
Pada sistem tol terbuka, semua kendaraan berhenti di
berbagai lokasi di sepanjang jalan untuk membayar tol. Meskipun hal ini dapat menghemat
uang dari kurangnya kebutuhan untuk membangun gerbang tol di setiap jalan
keluar, hal ini dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas sementara lalu lintas
antrian di gerbang tol jalur-utama (hambatan tol). Hal ini juga memungkinkan
pengendara untuk memasuki jalan
tol terbuka setelah gerbang tol dan keluar sebelum gerbang tol yang
berikutnya, sehingga pengendara dapat menggunakan jalan tol, walaupun tidak
membayar. Sistem ini kurang efektif karena penumpukan kendaraan dalam memakai
jalan tol dan lamanya proses dalam pembayaran di gerbang tol jalur-utama.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1704242/original/087443700_1504861388-Tol-Jagorawi2.jpg)
Jalan Tol Tertutup
Dalam
sistem tertutup ini, kendaraan mengambil tiket tol saat akan
memasuki jalan tersebut. Saat akan keluar, pengemudi harus membayar jumlah yang
tercantum untuk keluar. Jika tiket hilang, pengendara biasanya harus membayar
jumlah maksimum yang mungkin untuk perjalanan di jalan raya itu. Jalan tol yang
pendek dengan tidak adanya pintu masuk/keluar di tengahnya mungkin hanya
memiliki satu plaza tol di satu sisi, dengan pengendara perjalanan di kedua
arah membayar biaya rata-rata baik ketika mereka memasuki atau ketika mereka
keluar dari jalan tol. Dalam sebuah variasi dari sistem tol tertutup, hambatan
arus utama yang hadir pada kedua ujung jalan tol, dan pertukaran masing-masing
memiliki jalan tol yang dibayarkan pada saat keluar atau masuk. Selain itu,
dengan kebanyakan sistem, pengendara hanya dapat membayar tol dengan uang tunai dan/atau
perubahan; kartu debit dan kredit tidak diterima.
Namun, beberapa jalan tol mungkin memiliki plaza perjalanan (drive thru)
dengan ATM sehingga
pengendara dapat menghentikan dan menarik uang tunai untuk tol. Biaya tol
dihitung dengan jarak yang ditempuh pada jalan tol. Di Indonesia, sistem ini
merupakan yang paling sering dipergunakan sebagai sistem pembayaran tol.
Jalan Tol Elektronik
Dalam
sistem ini, tidak ada pengumpulan uang
tunai yang dilakukan, tol
biasanya dikumpulkan dengan menggunakan transponder yang dipasang pada kaca depan setiap kendaraan, yang terkait
dengan rekening nasabah yang didebit untuk setiap penggunaan jalan tol. Dengan
merancang pintu tol khusus untuk pengumpulan elektronik, adalah mungkin untuk
menerapkan jalan tol terbuka, dimana pelanggan tidak perlu memperlambat laju
kendarannya sama sekali saat melewati pintu tol. Penerapan pengumpulan tol
berbasis elektronik di Indonesia dimulai pada tahun 2009 dengan diberlakukannya
penggunaan kartu pintar nirkontak e-Toll yang digunakan
untuk membayar tarif masuk. Kartu ini menggunakan sistem RFID. Pengguna e-Toll hanya
perlu menempelkan kartu untuk membayar uang tol dalam waktu 4 detik, lebih
cepat dibandingkan bila membayar secara tunai yang membutuhkan waktu 7 detik
secara bertahap, pada akhir Januari 2009, Kartu e-Toll diberlakukan di Jalan Tol Lingkar
Dalam Jakarta, Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo, dan Jalan Tol Tangerang-Merak. Sebagai pengembangan dari kartu e-Toll, diluncurkan pula e-Tollpass agar pembayaran tol dapat dilakukan dengan lebih
cepat. e-Tollpass merupakan
layanan baru hasil kerja sama Bank
Mandiri dengan operator tol
yang memungkinkan transaksi di gardu tol tanpa perlu menghentikan dan membuka
kaca jendela kendaraan. Untuk transaksi ini, dibutuhkan on-board unit yang dipasang di
dalam kendaraan. Penggunaan e-Tollpass,
namun, terbatas hanya pada gardu tol yang bertanda khusus e-Tollpass. Dengan system ini pun
para pengendara atau pengemudi bisa lebih cepat dan efektif dalam pembayaran di
gebang tol yang berdampak positif bagi sebagian atau mungkin seluruh pengemudi
dalam mengejar waktu berkendaranya di jalan tol.

B.
MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN TOL
Saat ini banyak
sekali masyarakat yang sangat bergantung dengan adanya Jalan tol dikarenakan
dengan adanya jalan tol sangatlah membantu dan mempersingkat waktu berpergian,
tetapi selain itu banyak sekali manfaat adanya Pembangunan jalan tol antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Melancarkan
Lalu Lintas
Seperti sebutannya untuk jalan tol itu sendiri, yaitu
jalan bebas hambatan, yang artinya jalan tol memiliki fungsi khusus
dalam memperlancar lalu lintas. Berupaya memenuhi jalan khusus yang
nantinya akan membantu pengendara transportasi untuk lebih mudah dalam
perjalanan. Maka, jalan tol akan mempengaruhi upaya menanggulangi kelancaran
berlalu lintas yang kian lama kian mahal solusinya. Jadi, pemerintah pun
berupaya untuk memecahkan duduk masalah tersebut dengan adanya upaya
pembangunan jalan tol antar daerah, maupun daerah berkembang.
2.
Memajukan Daerah Berkembang
Untuk daerah berkembang, memiliki daya tarik tersendiri bagi
masyarakat serta para pendatang untuk ikut serta memajukan. Bahkan memanjakan
diri ke daerah berkembang tersebut, maka dari itulah pemerintah memilih jalan
tol untuk dijadikan solusi bagi perjalanan yang mampu mengangkat laju kemajuan
di daerah berkembang.
3.
Meningkatkan Kualitas Ekonomi
Dengan adanya jalan tol, maka akan sangat terbantu pula
pelaksanaan roda ekonomi agar semakin berkembang, bahkan kian pesat. Sedangkan
kualitas ekonomi tidak jauh rupa serta upayanya dari transportasi sebagai
sarana yang tidak kalah penting dalam perekonomian yang sedang berjalan serta
berkembang.
Pelayanan adalah modal yang tidak ada dananya, serta tidak
memiliki pembanding yang sepadan. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang
berkenaan dengan jasa serta distribusi barang, tidak akan mungkin terpisah dari
transportasi. Dengan adanya tol yang akan memudahkan tingkat distribusi barang,
maka dengan beriringan roda perekonomian pun akan meningkat, bahkan pesat.
Yang menjadi landasan atau dasar mengenai pemerataan
pembangunan tentu saja soal langkah atau upaya pemerintah dalam mencari jalan
keluar atau solusi yang akan dapat memberikan peningkatan kualitas pembangunan.
Maka dari itulah, dibangun jalan tol sebagai bukti pemerataan yang sedang
dikembangkan untuk menambah tingkat pembangunan yang berkenaan dengan
pemerataan.
6.
Pengembalian Investasi
Untuk berkenaan dengan pengembalian investasi, maka terdapat
kaitannya dengan Badan Usaha, karena memiliki kewenangan tentang pengembangan
investasi melalui pendapatan tol yang akan tergantung dengan tarif pasti dan
pemberlakuan dari tol. Maka dari itu dengan adanya jalan tol perinvestasian di
Indonesia akan terus berjalan dan membuat Indonesia gencar dengan pembangunan.
Yang menjadi kaitan dari manfaat jalan tol bagi masyarakat
umum adalah upaya pemerintah untuk semakin membuka lebar lowongan pekerjaan.
Hal ini dikarenakan pengoperasian jalan tol, tentunya membutuhkan tenaga kerja
baru untuk menjadi bagian operator dari jalan tol itu sendiri. Terlebih lagi
dibutuhkan sift hingga 24 jam. Jadi, dengan jalan tol pun
juga memiliki andil untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Transportasi kian lancar, masyarakat juga mendapatkan lapangan pekerjaan.
Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya jalan tol, maka
masyarakat akan sangat terbantu dalam melaksanakan laju perekonomia,
perjalanan, hingga distribusi. Hal inilah yang akan berimbas pada masyarakat
sendiri yang secara langsung mampu berkaitan dengan sangat nyata. Pasalnya,
jalan tol dapat menjadi sarana untuk membantu pergerakan perhubungan dan
transportasi masyarakat menjadi jauh lebih terbantu serta mudah.
Yang dimaksu dengan permasalahan sosial adalah mengenai
kemasyarakatan tentunya. Dalam hal mobilitas, masyarakat yang bertemat tinggal
di perkotaan akan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Maka dari itulah,
perlu adanya cara atau upaya untuk membuat mobilitas lebih stabil tanpa
melupakan segala hambatan yang mungkin saja dapat terjadi. Maka dari itulah,
terdapat upaya dengan nyata, yaitu berupa jalan tol sebagai jalan bebas
hambatan yang akan sangat membantu masyarakat luas dalam menggapai solusi bagi
permasalahan mengenai sosial tersebut.
Dengan jarak tempuh yang jauh, maka transportasi akan
memerlukan waktu tempuh yang jauh pula, bukan hanya itu, namun juga memberikan
kemungkinan keselamatan yang sangat diperlukan untuk selalu terjaga. Maka dari
itulah, pemerintah juga memilih pada pembangunan jalan tol daerah dan antar
daerah yang terus dikembangkan dan dilaksanakan secara nyata. Karena dengan
adanya jalan tol, maka akan terdapat peningkatan keamanan dunia transportasi
yang kian lama kian pesat saja. Karena jika tanpa adanya pembangunan jalan tol
masyarakat yang ingin mencapai tujuan masing-masing dengan waktu yang lama akan
bemasalah dengan focus dan menimbulkan suseatu yang berbahaya bagi masyarakat
lainnya dan mungkin akan terjadi kecelakaan lalu lintas.
C. TANGGAPAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA JALAN TOL
Jalan tol adalah jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan
kewajiban membayar tol dan merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang
telah ada. Jalan tol diselenggarakan dengan maksud untuk mempercepat pewujudan
jaringan jalan dengan sebagian atau seluruh pendanaan berasal dari pengguna
jalan, Namun infrastruktur
yang disiapkan adalah jalan tol. Jalan berbayar. Kita tak dapat serta merta
menganggapnya sebagai fasilitas publik yang dibiayai dari pajak, meski dari
sektor otomotif, APBN dan APBD mendapat setidaknya 100 triliun rupiah per tahun,
tetapi karena sifatnya yang begitu penting dan berguna bagi masyarakat luas
tanggapan dan respon dari masyarakat pun begitu bagus dan memuaskan, yang
berarti dengan adanya pembangunan jalan tol memberikan satu kemudahan yang
memiliki banyak arti yaitu sampai ke tempat yang dituju dengan cepat, aman, dan
efisien.
Tetapi karena saat
ini populasi manusia sudah sangat pesat apalagi di Indonesia terpusat seperti
di Jabodetabek jalan tol sedikit mengurangin kemudahan itu dan sama seperti
kurang membantu, dengan adanya banyak kendaaan dengan jalan tol yang sangat
terbatas akan membuat masalah baru yaitu adanya keramaian jalanan atau biasa
disebut kemacetan, tentu saja ini mencoreng manfaat utama dari jalan tol itu
sendiri dari masyarakat yaitu memberikan kemudahan sampai tujuan dengan
efektif, apalagi biaya dari setiap gerbang tol yang tidak berkurang, maka dari
timbul pertanyaan “Mengapa tidak melakukan pembangunan jalan tol tambahan?”
memang jika dipikir dengan logika, menambah jalan tol di saat seperti ini akan
sangat beguna bagi masa depan yang mungkin saja kendaraan pribadi sudah 2x
lipat banyaknya, tetapi selain harusnya menambah jalan tol di saat seperti ini,
pemerintah pun memiliki cara agar permasalahan ini dapat dikendalikan yaitu
dengan adanya pengurangan jumlah kendaraan dengan masa pakai tertentu yang
mungkin cara ini dapat mengendalikan atau menyelesaikan malasalah kemacetan di
jalan tol.
BAB II
TOPIK MASALAH
A. PRO
DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA
Jalan tol saat
ini menjadi jalur yang banyak diambil oleh pengendara demi mempersingkat
perjalanan dan waktu berkendara. Di Indonesia, masyarakat sering kali menyebut
jalan tol sebagai jalur bebas hambatan. Jalan tol tidak hanya
deperlukan di kota besar yang notabene sebagian penduduknya memerlukan jalan
tol seperti Jabodetabek yang memang padat akan penduduk, tetapi jalan tol pun
sama penting dan dibutuhkannya di daerah lain seperti Sumatra, Jawa Tengah,
Jawa Timur, dll, yang tentu saja dengan adanya hal baru yang muncul sebagai
suatu gagasan akan menimbulkan beragam reaksi dengan penyelesaiannya.
Tetapi
saat ini masih ramai dibicarakan tentang pro dan kontra tentang rencana
pembangunan Jalan tol Bawen-Yogyakarta, Jalan tol ini membelah empat Kabupaten
di Jawa Tengah dan DIY, tiga Kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Semarang,
Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan satu Kabupaten di DIY, yakni
Kabupaten Sleman. Didalam pembangunan jalan tol ini pun banyak sekali lika
likunya dikarenakan memang dalam melaksanakan suatu prosedur pembangunan
harusnya pembangunan tersebut disetujui dan didukung oleh banyak pihak agar
pembangunan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, tetapi beda
halnya dengan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta dikarenakan
mendapat pro dan kontra yang sangat ramai oleh masyarakat, yang tentu saja jika
tidak terlaksana akan membuang waktu dalam memikirkan rencana ini, dan jika
terlaksana akan menimbulkan keterlambatan dikarenakan lamanya waktu dalam
memikirkan rencana pembangunan ini.
Banyak
sekali yang mendukung adanya jalan tol ini dikarenakan dapat mempersingkat
waktu dan jarak, dan juga sebagian lagi berpendapat mendukung pembangunan jalan
tol ini dikarenakan Yogyakarta belom memiliki jalan tol sebagian besar
Yogyakarta memang masih menggunakan jalan raya, dan sebagian lagi berpendapat
bahwa jalan tol Bawen-Yogyakarta dapat meningkatkan lapangan pekerjaan,
meningkatkan minat investasi, memberluas distribusi, meningkatkan
infrakstruktur, dan mobilitas, serta dapat menggurangi adanya pemadatan lalu lintas
di Yogyakarta, dan yang tidak kalah penting kehadiran pembangunan jalan tol
Bawen-Yogyakarta ini dapat
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.
Selama ini, wilayah Yogyakarta terkenal dengan berbagai macam wisatanya,
seperti Borobudur dan Malioboro. Dengan adanya jalan tol tersebut, diharapkan
arus perjalanan turis dapat lebih singkat, dan dengan kemudahan yang dapat
diperoleh itulah kemungkinan Yogyakarta akan lebih berkembang pesat akan
meningkat.
Tetapi
dari sekian banyaknya yang pro atau mendukung adanya pembangunan jalan tol
Bawen-Yogyakarta, tidak sedikit juga masyarakat maupun petinggi yang
berpendapat banhwa wilayah Kota Yogyakarta
kecil, sedangkan ruas jalan di dalam kota cukup pendek sehingga penggunaan tol
tidak akan efektif mengurai kepadatan kendaraan, dan juga yang lain berpendapat
bahwa pembangunan
Jalan Tol Bawen-Yogyakarta akan berdampak pada berkurangnya produk pangan di
Jawa Tengah. Sebab, jalur tol akan membelah dan berada di atas lahan-lahan
subur, dikarenakan jalur sepanjang Bawen sampai Yogyakarta adalah lahan
yang cukup subur untuk pertanian dan perkebunan, karena berada di bawah Gunung
Merapi. Lahan subur ini menjadi salah satu pemasok produk pangan untuk Jawa
Tengah dan sekitarnya, dan sebgian bependapat biaya
pembangunan jalan tol sepanjang 70 kilometer ini cukup besar, dan jalur
pembangunan jalan tol merupakan jalur rawan gempa bumi, serta petinggi DIY pun
berpendapat bahwa keberadaan tol penghubung antar-kota, yang memiliki desain tracklurus untuk kegunaan semata-mata
mempercepat jarak tempuh, tidak cocok di DIY. Desain seperti ini tidak
berdampak besar pada perekonomian kawasan yang dilintasi jalur tol tersebut.
Tol seperti itu, menurutnya, menyebabkan para penggunanya kecil kemungkinan
mampir ke kawasan di sekitar titik tengah jalur.
Sebenarnya dengan adanya pro dan kontra yang terjadi
pada pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta berarti masih banyak masyarakat
khususnya Bawen-Yogya yang perduli dan turut andil berpartisipasi dalam suatu
rancangan perubahan terhadap daerah tersebut, perlu digarisbawahi bahwa memang
sulit dalam mengaplikasikan suatu infrakstruktur ke dalam suatu tatanan kota,
yang tentu saja itu semua dapat berakibat positif maupun negative. Ujung dari
masalah pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini mun masih diambang rencana
tetapi mengarah kepada akan diperbolehkannya pembuatan jalan tol ini, Pihak
Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto, menjelaskan Tol Bawen-Yogya merupakan proyek
strategis nasional yang tertuang di Perpres No 58 Tahun 2017, sehingga proyek
tol ini akan menjadi skala prioritas pembangunan pemerintah. "Komite
percepatan penyediaan infrastruktur prioritas telah melakukan outline business
case (OBC) pada tahun 2017. Perda nomor 2 tahun 2010 tentang RTRW 2009-2029
(juga ada) 14 arahan pengembangan jalan bebas hambatan," ungkapnya.
Meski demikian, Tavip belum mengetahui kapan
pembangunan jalan bebas hambatan ini dimulai.
Dengan atau tidak adanya pembangunan
jalan tol Bawen-Yogyakarta ini pembaharuan dan pembangunan akan terus ada di
Indonesia tidak terkecuali wilayah Yogyakarta dan Bawen, tindakan terbaik
masyarakat dalam menyikapi hal ini adalah selalu mendukung dan mengkritik
sesuai dengan peratuan perundang-undangan di Indonesia.

B.
PRO DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BALI MANDARA
Bali
adalah sebuah pulau di Indonesia yang dikenal karena memiliki pegunungan berapi
yang hijau, terasering sawah yang unik, pantai, dan terumbu karang yang cantik.
Terdapat banyak tempat wisata religi seperti Pura Uluwatu yang berdiri di atas
tebing. Di Selatan, kota pesisir pantai Kuta menawarkan wisata hiburan malam
yang tak pernah sepi, sementara Seminyak, Sanur, dan Nusa Dua dikenal dengan
suguhan resort yang populer. Pulau Bali juga dikenal sebagai tempat untuk
relaksasi dengan yoga dan meditasi. Bali tidak memiliki jaringan rel kereta
api namun jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding
daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan
wisatawan yakni Legian, Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan
memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan
baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat
ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal
yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung,
Gianyar, Tabanan) Menggunakan Bus besar dengan fasilitas AC dan tarif Rp 3.500.
Jalan merupakan salah satu
media utama yang dalam perencanaan pengembangan suatu wilayah. Ketersediaan
infrastruktur jalan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di dalamnya.
Jalan juga dapat membantu memberikan masyarakat aksesbilitas untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya seperti melakukan pergerakan untuk bekerja, berbelanja
ataupun berwisata sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan merupakan aspek
penting untuk kesejahteraan masyarakat di dalam suatu wilayah.
Bali memiliki luas wilayah
sebesar 5.636,66 km2 atau hanya 0,29% dari luas wilayah Indonesia. Pulau ini
menjadi destinasi utama pariwisata yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan
asing berdatangan ke Bali untuk berwisata maka dari itu kebutuhan akan
infrastruktur jalan sangat dibutuhkan di Provinsi Bali ini. Kebutuhan jalan tol
yang menjadi penghubung antar daerah di Bali yang berguna untuk
mempercepat aksesbilitas masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan
Bali. Jalan tol dapat diartikan sebagai suatu jalan alternatif bebas hambatan,
yang berbayar sesuai dengan tarifnya, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain. Jalan tol
Mandara berbeda pada jalan tol yang biasanya terdapat di
Indonesia, Jalan Tol ini dibangun di atas laut yang menghubungkan Wilayah Nusa Dua,
Bandara Ngurah Rai, dan Benoa. Jalon tol
Bali Mandara sendiri mempunyari sebuah arti nama yang diberikan oleh Susilo
Bambang Yudhoyono Presiden,
(SBY) memberi nama jalan tol itu dengan nama Bali Mandara, yang
berarti Bali yang agung, Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. Karena
memang Bali adalah tempat yang indah dan merupakan aset negara yang sangat
penting dan dijaga.
Walaupun saat ini jalan
tol Mandara sudah selesai dibuat dan sudah dapat beroperasi, saat perencanaan
pembangunannya pun banyak sekali pro dan kontra yang datang dengan adanya
rencana ini, memang dengan adanya pro dan kontra semua orang bisa tau apakah
pembangunan jalan ini betul-betul berguna bagi masyarakat Bali atau memang
hanya pembangunan swasta yang hanya mengincar peluang dalam berinvestasi, memang
tidak ada salahnya tetapi tentu saja akan kurang berguna dan bermanfaat bagi
masyarakat Bali khususnya dalah mengakses dan menggunakan jalan tol Mandara
ini.
Sebelum jalan tol Bali Mandara ini
diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono banyak sekali pertentangan dari
sebagian masyarakat Bali dalam pembangunan jalan tol Mandara ini dikarenakan potensi
kapitalisme yang tinggi, bertentangan dengan adat budaya masyarakat setempat
yang terancam keberlangsungannya adalah sistem penghormatan seseorang
berdasarkan kasta. Adanya kapitalisme yang muncul, jika tidak dikendalikan
menyebabkan penghormatan terhadap seseorang dinilai dari harta yang
dimilikinya. Padahal seperti yang diketahui bersama bahwa strata tertinggi yang
ada dalam sistem sosial kasta di Bali adalah pemimpin upacara adat (kaum
Brahmana). Jika penghormatan terhadap pemimpin memudar, tidak menutup
kemungkinan adat istiadat masyarakat setempat perlahan-lahan memundar dan
hilang, sebagian lagi berpendapat bahwa Tarif tol Bali
Mandara yang relatif tinggi akibat investasi tidak
berasal dari APBN murni. Tidak adanya subsidi dari pemerintah membuat investor
menginginkan keuntungan yang maksimal dalam proses bisnisnya, lalu sebagin lagi
perbendapat bahwa Memicu terjadinya urbanisasi yang tinggi. Merupakan
dampak regional/nasional akibat kesenjangan yang muncul yang disebabkan
kurangnya pemerataan pembangunan. Banyak sekali komentar dan tanggapan
masyarakat tentang pembangunan jalan tol Bali Mandara ini memang ini hal yang
lumrah karena semua tanggapan ini adalah ekspetasi dari masyarakat setempat
yang mengantisipasi akan adanya hal baru. Tetapi dengan adanya begitu banyak
kritik yang masuk, ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk bisa menanggapinya
balik dengan solusi yang dapat diterima oleh masyarakat setempat bahwa memang pembangunan yang sempurna memang sulit untuk
diraih, akan tetapi yang memungkinkan adalah mengurangi dampak negatif yang
muncul ataupun melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan dampak negatif
yang muncul di masa mendatang. Tentu saja pemerintah tidak hanya berbicara
dalam menyampaikan solusi ini kepada masyarakat Bali ada beberapa solusi yang
ditawarkan pemerintah yang mungkin dapat membuka mata dan hati dari masyarakat
sekitar, antara lain :
·
Penetapan relugasi yang ketat terhadap
investasi di bidang pariwisata. Selain untuk melindungi usaha menegah dan kecil
lokal, penetapan regulasi investasi di bidang pariwisata juga dirasa penting
untuk menjaga suasana kondusif budaya yang ada. Investasi asing tidak
semata-mata hanya berdampak ekonomi saja, aspek sosial juga harus menjadi
pertimbangan pemerintah dalam menyetujuinya.
·
Pembatasan jumlah kendaraan dengan
peraturan daerah. Adanya peraturan mengenai batas tahun minimal kendaraan yang
diperbolehkan masuk ke pulau Bali merupakan tindakan awal yang cukup baik
dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali.
·
Pengembangan transportasi umum.
Pemerintah provinsi harusnya belajar dari beberapa wilayah lainnya di
nusantara, seperti Jakarta dan sekitarnya yang sudah mulai mengembangkan
transportasi umum yang memadai selain pengembangan pembangunan jalan yang
kurang lagi efektif untuk dilakukan karena keterbatasan lahan.
·
Peningkatan kualitas public services
dari return values investment. Dalam teori transport and development disebutkan
bahwa beberapa hal yang sering dikorbankan oleh pembangunan infrastruktur
transportasi adalah public services. Pemerintah daerah yang berfokus
menyediakan alokasi pendapatan wilayahnya hanya untuk infrastruktur fisik
sering melupakan kesejahteraan masyarakatnya diluar dari dampak langsung
terhadap pembangunan tersebut. Seharusnya terdapat beberapa persen dari nilai
balik investasi untuk menyelenggarakan program yang menguntungkan rakyat kecil,
seperti bebas biaya sekolah hingga tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang
berprestasi tetapi secara ekonomi tidak memadai ataupun bebas biaya pengobatan
untuk mereka yang telah lanjut usia.
Tetapi dari segala tanggapan kontra tentang pembangunan jalan tol Bali
Mandara ini tidak sedikit juga masyarakat yang justru mendukung tentang adanya
pembangunan tol Mandara ini, karena bagi sebagian masyarakat ini dengan adanya
jalan tol Bali Mandara dapat mempermudah dan mempercepat perjalan antar daerah
di Bali yang tentu saja itu merupakan poin penting adanya pembangunan jalan tol
Bali Mandara ini, banyak yang berpendapat bahwa pembangunan
jalan tol harus memiliki dampak positif yang dapat dirasakan saat ini sehingga
membawa suasana kondusif dalam perkembangannya, tidak sedikit juga yang
berpendapat bahwa dengan ada pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dapat
menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dikarenakan ada sekitar 3000 tenaga
kerja yang dikerahkan saat proses pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dan
juga sangat membantu industri dan pelaku usaha konstruksi bangunan, memang
dengan adanya pembangunan jalan tol Bali Mandara ini industri dan pelaku usaha
konstruksi akan mendapat suatu benefit, lalu sebagian masyarakat juga
mengatakan bahwa dengan Anaya jalan tol Bali Mandara ini dapat mengurai kemacetan (waktu tempuh sebelumnya 1-2 jam menjadi hanya 15
menit) karena memang jalan tol ini mebelah lautan untuk menyebrang ke daerah
selatan Bali dan dengan system yang sepeti ini banyak tenaga dan waktu yang
tidak terbuang percuma, tentu saja ini sangat menguntungkan bagi masyarakat
Bali. Selain dari pada dampak postif itu semua banyak masyarakat yang
pro mendukung pembuatan jalan tol ini Karena Bali adalah aset utama dari negara
kita Indonesia yang tentu saja aka nada sangat banyak wisatawan mancanegara
yang datang dan berkunjung ke Indonesia khususnya Bali, dengan adanya pembuatan
jalan tol ini dapat memberi nilai lebih sebagai daerah
tujuan wisata (landmark baru Pulau Bali).
Jalan tol ini bernama “Bali Mandara” ini,
memiliki panjang total 10 km. Jalan tol ini mulai dikonstruksi sekitar
bulan Maret 2012 dan selesai sekitar bulan Mei 2013. Setelah itu,
diresmikan pada tanggal 23 September 2013 oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan mulai beroperasi sejak tanggal 27 Septermber 2013.
BAB
III
ANALISIS
ANALISIS
Menurut kami dengan
adanya berbagai tanggapan masyarakat tengan rencana pembangunan adalah suatu
hal yang bagus, Karena dengan bigitu dapat terlihat bahwa masyarakat juga ikut
berpartisipasi dalam berani menyuarakan suaranya yang bukan tanpa alas an,
tentu saja masyarakat melakukan hal tersebut semuanya demi memajukan daerah itu
sendiri agar lebih bagus dan maju.
Masyarakat yang berfikir bahwa itu kurang baik atau
kontra terhadap pembangunan, memiliki pendapat bahwa dengan adanya suatu
pembangunan tidak memberi dampak baik atau bahkan akan memperburuk keadaan yang
akan merugikan daerah tersebut.
Sedangkan, masyarakat yang setuju atau pro terhadap
pembangunan memiliki suatu pendapat bahwa dengan adanya suatu pembangunan akan
memberi lebih banyak keuntungan kepada masyarakat itu sendiri bahwa bisa
menguntungkan bagi masyarakat lain yang ingin merasakan suatu pembangunan
tersebut (wisatawan).



Komentar
Posting Komentar