
Review Film "The Night Comes For Us" With My Perception
Film "The Night Come For Us" ini adalah film action,thriller yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto yang rilis pada tanggal 19 Oktober 2018, film ini tuh menceritakan sesuatu yang tidak diketahui tentang Indonesia terutama Jakarta, di film ini diperlihatkan tentang the dark side of Jakarta cielahh, pokoknya bercerita tentang mafia-mafia yang ada di Jakarta-Asia yang cukup terkenal yaitu Six Seas, ada Ito yang sebenarnya adalah anggota Six Seas tetapi berkhianat dan ingin berubah kembali ke jalan yag benar, namun ada juga sahabatnya yang bernama Arian yang diperintahkan oleh atasannya untuk membunuh sang pengkhianat yaitu Ito itu sendiri.
KRITIK PRIBADI
Film ini cukup menegangkan bagi orang yang kurang suka dengan action killer tapi sangat dimanjakan bagi orang yang suka dengan film semacam ini, ada beberapa kekurangan atau bisa dibilang kesalahan yang mungkin bisa saya kritisi apa aja hayooo?... yang cukup mengganggu saya adalah tentang peran anak kecil yang diselamatkan Ito yang bernama Reina, cukup janggal ya karena anak ini diselamatkan dan dikerjar juga oleh para gangster,oohhh mungkin karena anak ini memiliki sesuatu yang dicari oleh mafia-mafia tersebut, tapi kenyataanya?.. dia hanya anak kecil yang dikasihani oleh Ito.. Just That, gara gara anak kecil ini, banyak masalah yang terjadi, seperti teman-teman Ito yang mati karena melindungi anak kecil ini dsb yang seharusnya tidak terjadi kalau saja anak kecil ini dilarikan ke tempat yang seharusnya, seperti panti asuhan atau semacamnya. Point kedua adalah kemunculan perempuan di film "The Operator" dan tidak disebutkan namanya yang muncul secara tiba tiba gwa gatau bakal dibikin sekuel sendiri apa tidak kalo iya kritik itu salah kalo engga this totally fall for that movie. Dan yang terakhir mungkin tentang adegan berkelahi yang cukup akward karena berkali kali saat scene berkelahi one vs all kurang terlihat realistik bayangkan saja saat pertarungan one vs all saat Ito membabat satu per satu kawanan musuh hanya melihat dari kejauhan dan bergantian akan dikalahkan..logic? kenapa tidak ada pengeroyokan seperti scene di dalam mobil polisi one vs three, one vs four, mungkin akan terlihat lebih realistik, malah saat scene berkelahi gwa lebih suka dengan tipe perkelahian seperti film "The Raid 1 dan 2" lebih mencengangkan dan realistik, dan mungkin hanya tambahan saja penohokan sudah kuat tetapi latar belakang dari masing masing tokoh kurang diperlihatkan, yang diperlihatkan hanya Ito dan Arian... ayolah ini kan film bukan signifikan ke mereka tetapi tokoh yang lain hanya mendapat latar yang sedikit...
SARAN PRIBADI
Menurut saya lebih banyak tambahkan dialog yang mengarah kepada kehidupan malam atapu kehidupan gelap ini, karena memang ada beberapa dialog yang cukup tanggung dalam pengucapan dan adegannya, film ini seharusnya lebih berani untuk menambah durasi film karena memang banyak scene yang dibuat hanya mengejar target waktu penayangan , memang tujuannya bagus agar saat menonton tidak merasa canggung dan bosan tetapi penonton perlu tau kenapa ini bisa terjadi dan kenapa itu bisa terjadi, di awal film pun gwa merasa "kok gini?" .... "hah maksudnya?" .... iya itu dikarenakan kurangnya latar belakang dari setiap tokoh, mungkin hanya itu aja si hehe
PENUTUP
Film ini walaupun banyak kekurangan dan terkesan buru buru tetap saja memberikan hiburan yang pas untuk dinikmati dan menurut saya banyak scene Epic yang terlihat di film ini, seperti saat Fatih dengan santainya melawan sekelompok gangster dengan tubuh yang sekarat di dalam mobil bmw dengan alunan lagu Naif, lalu saat Elena membunuh Bobby dengan sangat elegan, dan juga sekelompok anggota anak buah dari Chien Wu yang membunuh Arian dengan keren, dan menurut gwa nilai untuk film ini sebagai penikmat film adalah 7.7 ... Terima Kasih Cheers :)

Komentar
Posting Komentar